My Jurney

Long Life Education

Wednesday, October 12, 2011

Penilaian Proses Belajar Matematika Peserta Didik SMP Kelas 9

Dalam penilaian proses belajar matematika siswa, saya seringkali mengambil penilaian dari berbagai aspek kemampuan yang dimiliki peserta didik sehingga dari hasil penilaian tersebut, saya dapat memperoleh informasi berbagai kecakapan maupun kelemahan yang dimiliki peserta didik saya.
Di awal tahun pembelajaran atau awal semester biasanya kami membicarakan  Essential Agreement dengan peserta didik, selain berupa aturan/ tata tertib belajar yang disepakati bersama, juga saya sampaikan bagaimana mereka dapat memperoleh nilai yang pada akhirnya akan di tulis pada raport pada setiap semester termasuk penentuan kriteria ketuntasan minimum (kkm) pada setiap tes tertulis. Saya menyampaikan bahwa nilai yang dapat mereka kumpulkan yaitu berupa test tertulis yang terdiri dari : ulangan harian (kurang lebih 3 kali), ulangan tengah semester (uts), ulangan semester akhir (uas) . Selain itu ada nilai-nilai tugas yang berupa tugas terstuktur dan tugas tidak terstruktur baik tugas individu maupun berkelompok . Pemberian tugas terstruktur yaitu kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik  yang dirancang guru untuk mencapai kompetensi yang diinginkan, waktu penyelesaian tugas ditentukan oleh guru dan tidak terjadi interaksi langsung antara guru dan peserta didik. Sedangkan pada pemberian tugas tidak tersrtuktur waktu penyelesaian tugas ditentukan oleh peserta didik ( tergantung kesanggupan peserta didik ).
Pada awal semester 1 di kelas 9 ini saya membicarakan tugas mandiri tidak tersrtuktur yaitu berupa :
a) Membuat alat peraga yang dapat membantu proses belajar kesebangunan dan kongruensi, juga      bangun ruang sisi lengkung
b) Menyusun kumpulan soal-soal ujian Nasional maupun soal-soal matematika SMP berbahasa Inggris
c) Memperlihatkan buku catatan yang lengkap
d) Memperlihatkan buku latihan yang berisi penyelesaian soal-soal yang telah mereka kerjakan
Tugas-tugas tersebut boleh diselesaikan kapan saja, dengan catatan ada kesepakatan makin cepat akan semakin bagus nilainya, Kriteria lainnya seperti untuk  item : a) bahan yang digunakan berupa daur ulang barang bekas, b) Dikemas dan ada kreatifitas siswa dalam penjilidan, untuk item c) dan d) diperlihatkan kapan saja saat siswa merasa butuh tambahan nilai.
Dengan demikian siswa termotivasi untuk sebanyak mungkin mengumpulkan nilai dari berbagai kesempatan tersebut diatas. Saya ingat apa yang sering disampaikan oleh kepala sekolah saya dalam berbagai kesempatan bahwa kurang lebih begini dalam sebuah proses pembelajaran “Menjadi pintar” bukanlah tujuan , akan tetapi ikhtiar yang maksimal menuju pintar haruslah kita hargai. Secara syariat atau logika, kalau usaha kita serius dan sungguh-sungguh dalam menuju pintar masa iya tidak jadi pintar. Demikian seperti yang sering saya sampaikan juga pada peserta didik saya. Adapun tugas tersrtuktur selain berupa PR mengerjakan latihan-latihan soal dari buku juga ada tugas membuat pola pengubinan menggunakan komputer sebagai aplikasi kesebangunan dan kongruensi.Berikut ini beberapa contoh pola pengubinan atau “tessellation” dari siswa saya kelas 9, SMPN 2 Sindang Indramayu.
 




Dari pengalaman saya, dari hasil pemberian tugas-tugas semacam  ini saya mendapatkan informasi bahwa ternyata banyak siswa saya yang punya kemampuan yang tidak terduga dalam seni disain, begitupun usaha dan ketekunan mereka untuk mendapatkan nilai "lebih" sangat menakjubkan saya. Karena dengan dead line waktu yang disepakati 1 minggu ternyata ada juga beberapa siswa yang langsung mengumpulkan hasil karyanya keesokkan harinya (1 hari) dengan hasil yang lumayan bagus, walaupun ada juga yang masih ogah-ogahan dan mengumpulkan seenaknya sendiri. Untuk memotivasi siswa lain , saya langsung sebutkan nilai maksimal yang diperoleh siswa yang sudah mengumpulkan lebih duluan. Bahkan saya masih menyimpan karya terbaik siswa-siswa saya 7-8 tahun yang lalu untuk saya perlihatkan kepeda adik-adik kelasnya sebagai motivasi. Semoga dengan demikian akan membuat siswa saya termotivasi dalam menyukai mata pelajaran matematika.
Semoga.....

Post a Comment