My Jurney

Long Life Education

Friday, October 7, 2011

Menyampaikan Materi “Istiqomah ( Konsisten)” Pada Program Bimbingan Mental di Sekolah.

Pagi Jum’at tanggal 7 Oktober kemarin, kembali saya mendapat tugas menyampaikan materi bintal (Bimbingan Mental), salah satu program kegiatan sekolah dibawah koordinasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Entah mengapa saya yang notabene adalah guru matematika dan masih merasa awam dalam pengetahuan dan ilmu agama saya, tapi dimasukkan kedalam daftar guru-guru yang mendapat tugas ini. Saya akhirnya menyanggupi dengan catatan seperti biasanya bahwa materi yang menjadi tugas saya untuk disampaikan, akan saya sampaikan dari sudut pandang lain sehubungan keterbatasan ilmu agama saya. Koordinator memang mengharapkan bahwa pemateri tidak selalu harus membawakan materi dalam bentuk ceramah keagamaan ,namun juga bisa dalam bentuk lain sesuai kapasitas pemateri, yang penting tujuan dari program ini sebagai ajang saling mengingatkan dan menghangatkan komitmen keluarga besar SMPN 2 Sindang dalam pencapaian VISI MISI sekolah. Saya fikir oke lah kalau begitu,saya akan mencoba mengambil hikmah (sisi baik) dari tugas ini sebagai kesempatan untuk dapat sharing dengan siswa saya, juga untuk bahan instropeksi diri.
Materi yang harus saya sampaikan adalah tentang Istiqomah (Konsisten), dengan memanfaatkan teknologi mutakhir akhirnya saya hunting bahan-bahan yang sekiranya dapat membantu saya membekali diri dalam mengahadapi event diskusi ini. Tentu saja sebagai seorang guru matematika dan sebagai  pendidik umumnya saya akan mencoba menggunakan kesempatan ini untuk menanamkan semangat menjaga kedisiplinan, ketertiban di lingkungan sekolah dan semangat untuk tetap gigih mempelajari matematika.  Dalam pencarian ini Alhamdulillah saya mendapat banyak bahan untuk bekal berdiskusi tentang Istiqomah atau konsisten, dan selain itu  saya pun jadi mendapat banyak bahan juga dalam perenungan pribadi saya bahwa :” Menjaga  Konsistensi Ternyata Tidak Semudah Mengucapkannya”.
Saya mulai dengan menyampaikan kepada siswa saya, bahwa pagi itu saya berdiri didepan mereka semua bukan untuk berceramah atau menceramahi mereka akan tetapi lebih ke mengajak mereka diskusi dan sharing tentang Istiqomah atau Konsisten. Karena bapak/ibu guru yang lebih tepat punya kompetensi ceramah tentang ini tentu saja adalah bapak / ibu guru PAI. Selanjutnya saya menyampaikan pada mereka bahwa dalam diskusi tersebut saya akan memberi reward pada mereka yang bisa menjawab quiz dari saya tentang “Istiqomah” atau “Konsisten” ini dengan beberapa batang coklat kesukaan bersama yang sengaja telah saya siapkan sebelumnya. Kemudian saya mengajak membuat perjanjian bersama bahwa selama acara berlangsung, semua harus berusaha menyimak dan ikut ambil bagian. Cara ini telah saya lakukan beberapa kali dalam menjalankan tugas sebagai pemateri “Bintal”, dan cara ini terbukti ampuh menciptakan ketertiban dan keseriusan selama acara berlangsung sehingga diharapkan materi secara efektif dapat tersampaikan.. Acara bintal ini juga memang bertujuan melatih siswa untuk bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan sebuah event, koordinator menyusun jadwal untuk satu tahun pelajaran mulai kelas 9A sampai dengan 7 G. Dimana mulai pembawa acara, pembawa lantunan ayat suci Al-Qur’an , penterjemah, sampai dengan penceramah dari siswa,  ditunjuk dari kelas yang hari itu mendapat giliran bertugas.
Jadi saya mendapat giliran setelah salah seorang siswa menyampaikan materi terlebih dahulu yang kami sebut sebagai “Latihan Ceramah”. Pertanyaan pertama dari saya adalah menyangkut materi yang sebelumnya disampaikan oleh teman mereka , maksud saya untuk mengecek apakah ketika teman mereka menyampaikan materi, mereka menyimaknya dengan baik atau tidak? Selanjutnya saya menyampaikan pertanyaan tentang  pengertian “Istiqomah”  yang mereka sudah ketahui sebelumnya, untuk menyamakan persepsi. Dan setelah itu barulah saya mencoba menyampaikan materi tersebut sesuai hasil pencarian di internet dan hasil diskusi dengan beberapa rekan saya guru PAI, agar saya tidak melenceng dari materi yang seharusnya.
Mengingat bahwa untuk dapat selalu istiqomah ternyata cukup sulit dan kadang melelahkan serta menguras energy terutama energi batin maka kita harus selalu berupaya mendekatkan diri dan berdoa’ memohon kekuatan pada Sang Khalik. Di tengah, acara untuk merefresh suasana saya mencoba membawakan sebuah lagu dari Titi Dwi Jayati yang berjudul “Demi Cita-Cita” yang syairnya saya kutip berikut ini :

Demi Cita-Cita    Song by : Titi Dwi Jayati
Terik matahari dan panasnya hari
menyengat diriku
Namun ku tetap melangkah dengan pasti
Walau sejuta duka atau prahara
Tak akan merubah tujuanku

Badai menggelegar atau halilintar
yang akan datang
Yakin ku tetap melawan
dengan pasti
Biar segala nista atau sengsara
Tak akan merubah hasrat diri
yang kutuju

Reff.
Doa dan semangat juang diriku
Tak kan kenal lelah selalu
Segala daya dan upaya
Pantang menyerah dan frustasi
S'lalu memohon kepada Nya
Semuanya demi cita-citaku

Setelah itu saya mencoba meminta siswa untuk mengemukakan beberapa contoh sikap istiqomah dalam kegiatan kita di sekolah, beberapa siswa mengacungkan tangan . Setelah saya tunjuk salahsatu siswa maju dan menyampaikan pendapatnya bahwa contoh sikap istikomah di sekolah adalah dalam mentaati tata tertib sekolah dan tata tertib siswa, mengikuti program-program sekolah dengan taat dan tertib seperti, bintal, olah raga bersama pada setiap Sabtu, upacara Bendera setiap Senin pagi, dan sebagainya. Kemudian saya juga meminta pendapat siswa, tentang keuntungan apa saja yang dapat kita peroleh ketika kita berhasil mempertahankan sikap istiqomah tersebut. Beberapa siswa juga kemudian mengacungkan tangan, setelah saya tunjuk salahsasatu nya maju dan menyampaikan bahwa manfaat istiqomah di sekolah adalah :”Ketertiban, kebersihan, keindahan lingkungan sekolah lebih terjaga, semua warga sekolah dapat merasakan kenyamanan dan menjalankan aktifitasnya dengan efektif dan efisient”. Wah saya cukup puas mendapatkan jawaban dari siswa-siswa saya tersebut dan Nampak siswa saya pun senang mendapatkan coklat sebagai hadiah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, tidak terasa coklat persediaan saya sudah habis
Mengingat bahwa untuk dapat selalu istiqomah ternyata cukup sulit dan kadang melelahkan serta menguras energy terutama energi batin, maka kita harus selalu berupaya mendekatkan diri dan berdoa’ memohon kekuatan pada Sang Khalik. Maka dalam diskusi pagi itu saya menyampaikan tips agar kita dapat senantiasa Istiqomah dalam berbagai aktifitas kita baik yang menyangkut ibadah kepada Allah SWT maupun dalam aktifitas se hari-hari. Berikut ini tipsnya : 
1.      Mengikhlaskan niat saat melakukan amalan-amalan ketaatan
2.      Berdo’a kepada Allah agar diberikan keistiqamahan
3.      Menanamkan keyakinan dan mengingat-ingat tentang balasan yang akan diraih bagi orang yang istiqamah. Istiqamah adalah perkara yang membutuhkan perjuangan besar, tentunya orang yang dapat istiqamah akan mendapatkan balasan yang besar sebagai balasan atas usaha yang dilakukannya. Allah berfirman (yang artinya):
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka mereka akan dibebaskan dari rasa takut dan kesedihan. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-Ahqof: 13-14)
Orang yang beriman dan memegang teguh keimanannya, kemudian ia istiqamah dalam melakukan amalan-amalan ketaatan sebagai konsekuensi dari keimanannya, maka ia akan mendapatkan pahala yang besar berupa rasa aman di tiga kehidupan yaitu kehidupan dunia, alam kubur dan kehidupan akherat.
4.      Memilih teman yang baik
Sudah sering kita dengar hadits yang masyhur dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang gambaran teman yang baik dan teman yang buruk, dimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpamakan teman yang baik sebagai penjual minyak wangi dan teman yang buruk sebagai tukang pandai besi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Tentang si penjual minyak wangi, kalau engkau tidak membeli minyak wanginya maka engkau akan medapatkan bau wanginya. Adapun tentang si tukang pandau besi, kalau engkau atau bajumu tidak terbakar maka engaku akan mendapatkan bau yang tidak enak.” (HR. Bukhori, no 1959)
Teman yang baik akan membantu kita untuk dapat istiqamah di jalan Allah, namun sebaliknya teman yang buruk akan menggelincirkan kita dari jalan istiqamah dan bahkan justru dapat mencelakakan kita. Kalau kita ingat sejarah nabawiyah, paman Rosululloh, Abu Thalib, yang di akhir hayatnya enggan mengucapkan syahadat, karena apa? Karena teman yang buruk saudaraku. Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah di samping nya selalu menimpali perkataan Rosululloh, mereka mengingatkan terus tentang agama leluhurnya, dan akhirnya teman yang buruk tersebut menjadi sebab kehancuran dirinya.
5.      Banyak membaca sirah (perjalanan hidup) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang shalih.
Membaca perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata kita akan mendapatkan bahwa beliau adalah orang yang rajin dalam menjalankan qiyamul lail hingga bengkak kakinya. Ketika seseorang merasakan jiwanya malas untuk berdzikir dan berat untuk banyak memohon ampun kepada Allah, maka saat ia membaca perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapatkan bahwa beliau adalah orang yang beristighfar dan bertaubat kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari.
Acara saya tutup dengan memberikan contoh doa' yang biasa saya baca setiap saya sedang kurang semangat karena satu dan banyak hal yaitu surat Ath Thalaaq ayat 2-3 berikut ini :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجً  وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا “ Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”(Ath-Thalaaq ayat 2-3)
Demikian, semoga bermanfaat....



Post a Comment