My Jurney

Long Life Education

Tuesday, August 17, 2010

Menciptakan Tawa dan Humor di Kelas sebagai Upaya Mendapatkan Minat dan Perhatian Siswa

Mendapatkan perhatian siswa harus selalu menjadi tujuan utama para pendidik,
bagaimana tidak ? sebab seperti kita tahu informasi sesederhana apapun tanpa perhatian dan minat mereka, semuanya akan lolos begitu saja. Sebagai pendidik yang baik tentu saja kita tidak akan rela jika para peserta didik kita hanya menghabiskan waktu di sekolah/ di kelas tanpa menyerap ilmu yang seharusnya mereka serap dengan optimal secara efisien dan efektif. Seperti pepatah lama tapi bijak mengatakan : “Guru yang mengajar tanpa membangkitkan motivasi siswanya, sama saja seperti pandai besi yang berusaha menempa besi dalam keadaan dingin.”

Dalam bukunya “A Celebration of Neurons” [Perayaan Syaraf-Syaraf] (1995, 78), Robert Sylwester menggambarkan empat kemampuan yang harus dimiliki oleh sistem perhatian yang efektif. Sistem perhatian yang efektif, harus dapat :

-Mengenal dengan cepat dan focus pada item yang paling penting dalam lingkungan yang paling kompleks sekalipun

-Mendukung perhatian pada fokusnya sambil memantau informasi terkait dan mengabaikan rangsangan lainnya

-Memasuki ingatan-ingatan yang tidak sedang aktif, tetapi yang bisa relevan dengan focus sekarang

-Mengalihkan perhatian dengan cepat ketika informasi baru dan penting datang

Lalu apa dan bagaimana upaya kita sebagai pendidik dalam menarik minat para peserta didik kita ketika kita berada di kelas ?. Menurut penelitian, ternyata otak kita senang sekali dengan tawa yang baik. Ada keuntungan-keuntungan psikologis, sosiologis, dan pendidikan ketika kita menggunakan humor di ruang kelas. Sejauh humor itu tidak tajam menusuk perasaan atau tidak merugikan orang lain, maka kesempatan- kesempatan untuk tertawa harus masuk dalam setiap pelajaran. Cerita yang lucu, permainan kata-kata, atau tipuan yang cerdik akan dengan cepat mendapat perhatian otak. Mendapatkan minat dan perhatian para peserta didik saat anda memulai pelajaran adalah suatu keharusan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat lain menggunakan humor dan tawa di sekolah :

-Tertawa dan tersenyum menyebabkan terlepasnya zat-zat Endorfin ke dalam darah. Itu adalah kesenagan kimiawi alami. Kita akan sangat merasa gembira dan menikmati saat itu.

-Saat kita tertawa bersama mereka (ingat bukan mentertawakan mereka), kita mengikat dan membentuk suatu rasa diikut sertakan dan menciptakan kebersamaan.

-Karena emosi dapat meningkatkan daya ingat, maka tertawa akan menaikkan kesempatan para siswa untuk mengingat apa yang sudah mereka pelajari.

-Tertawa yang sehat akan dapat mengendorkan ketegangan dan tekanan. Ini akan meringankan sikap-sikap mental siswa dan mengurangi kesempatan untuk menyerah atau merasa frustasi.

Nah bagi anda para guru dengan mata pelajaran yang dikenal “Killer” terutama, tidak perlu lah kita menambah kesan “killer” itu dengan bersikap selalu tegang. Karena kalau demikian maka dikhawatirkan akan membunuh karakter siswa, juga potensi2 alami yang seharusnya justru kita tumbuh kembangkan. Tapi bukan berarti juga kita loss control sehingga masing2 saling melanggar wilayah dan peserta didik jadi kehilangan etika dan rasa hormat serta santun terhadap gurunya.

[ Sumber Bacaan : “Wahai Para Guru, Ubahlah Cara Mengajarmu ! (Martha Kaufeldt – Santa Cruz, California2005), Penerbit PT INDEKS Jakarta 2008]

4 comments:

Om Rame said...

gini2 saya juga sempat jadi tenaga pengajar Lho Buw, waLaupun enggak Lebih dari 4 buLan.
apa yg Ibu tuLiskan memang demikian adanya, berdasarkan pengaLaman saat masih beLajar dan saat beberapa waktu menjadi tenaga pengajar. apaLagi kebetuLan tugas ngajarnya iLmu esakta (fisika) yg Lumayan bnyk rumus2 pabaLiut maka ketenangan dan pengenduran urat syaraf siswa memang dibutuhkan, biasanya dLm menyampaikan materi saya iLustrasikan dgn keadaan yg reaListis.
siswa paLing seneng kaLo ketemu saya, (katanya) kaLo sama saya bisa cengingisan. hihihi...
tetapi, saya juga menerapkan kedispLinan dan siswa harus memiLiki target tertentu daLam menempuh tugas pendidikan. jadi bebas, santai, sopan, dan terarah.
metodenya dapat diterapkan nih Buw bagi tenaga pengajar Lainnya, biar para siswa rambutnya enggak pada brekeLe. hihihi...
maaf baru sempat mampir, saya habis renovasi bLog. disamping itu juga komputer saya terkendaLa (terinfeksi) virus syscache.exe yg bikin LoLa koneksi.

deep yudha said...

Wah ternyata si Om diam2 pernah jadi Pak Guru juga yaa...sudah pasti belajar fisika ama Om mah akan ngebull (begitu istilah anak2 kalau habis belajar fisika) dan rambutnya ga akan pada brekele (bukan karena rambutnya memang tipis kaya pak Gurunya hehe..).
Om mau juga dong direnov blog saya...kok blog saya serasa sumpek jg nih kalau dibanding blog temen-temen. Yang lain canggih2 deh..kayaknya Om dan Bu Sri banyak temen dan bisa saling kirim gitu deh...
Makasih ya Om sudah mampir lagi...

deep yudha said...

Maaf Uncle maksudnya kalau belajar Fisika ama Uncle dijamin kepalanya ga ngebul abis pasti banyak cekakan nya....iya kan Uncle ?

Om Rame said...

kaLo beLajar sama Pak Guru Rame dijamin enggak ngebuL deh, soaLnya sambiL cengingisan dan bukan saya yg meniLai kemampuan mereka tapi merekaLah yg meniLainya sendiri. jd sebeLum saya ponten, mereka sudah bisa menebak atau mengkira2 niLai yg akan mereka dapat. sehingga dengan demikian kaLau mau niLai bagus yah harus memiLiki kemampuan yg bagus.
rambutnya bukan tipis Buw, tapi tinggaL sedikit akibat terLaLu sering dikompres pake handuk basah jd gampang rontok. hihihi....
mengenai masaLah renovasi tempLate, nanti saya buatkan tempLate yg indah. insya Allah Ibu berkenan untuk menerimanya, ditunggu aja kabar baiknya.