My Jurney

Long Life Education

Wednesday, June 29, 2011

Kegiatan Ice Breaking dalam Proses Belajar Mengajar Di Kelas.

Melihat arti kata dari Ice Breaking yaitu pemecah es atau secara harfiah adalah pencair suasana, maka kegiatan ice breaking ini sesekali perlu diciptakan oleh guru manakala situasi nampak sudah mulai menjenuhkan mungkin juga kaku dan tegang, hingga jika situasi ini berlanjut maka dikhawatirkan konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran lantas menurun atau bahkan mungkin hilang.

Kegitan ini dapat dilakukan di tengah-tengah proses pembelajaran manakala guru melihat sebagian besar siswa mengantuk, lesu, tidak bersemangat dan lain sebagainya, maka saat inilah guru dapat ambil langkah menciptakan games untuk dapat mengembalikan perhatian, konsentrasi dan semangat siswanya. Adapun jenis permainan bisa saja yang ada kaitannya dengan materi pelajaran yang bersangkutan atau boleh jadi tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran. Tapi menurut saya sebaiknya kita memilih permainan yang berkaitan dengan materi pelajaran, seperti dalam pembelajaran matematika misalnya kita ciptakan tebak-tebakan jenis bilangan, jenis bidang datar, jenis bangun ruang, atau siswa diminta mendemonstrasikan cara paling cepat menyelesaikan operasi hitung. Tentu saja akan lebih baik lagi jika guru menyiapkan reward juga. Sepertinya dengan cara ini permainan akan memperoleh multi manfaat, selain mencairkan suasana juga diharapkan akan memberikan pengalaman berharga dalam menambah wawasan siswa.
Ice breaking juga dapat dilakukan dalam tahap perkenalan di awal-awal proses pembelajaran, misalnya pada kelas baru yang difasilitasi oleh wali kelas. Sehingga kegiatan ini dapat menciptakan keceriaan, semangat dan kesempatan untuk dapat saling mengenal antar warga kelas tersebut. Setelah seluruh siswa diminta berdiri dan menyebutkan data-data penting dirinya yang perlu diketahui oleh teman-teman dan wali kelasnya, kemudian dibuat kelompok. Masing-masing kelompok diberi kesempatan saling mengenal lebih dalam, salah satu caranya adalah permainan “Dua kejujuran, satu kebohongan”. Masing-masing siswa menyebutkan dua hal yang sebenarnya tentang dirinya dan satu hal yang tidak sebenarnya, kemudian temannya pada kelompok tersebut mencoba menebak mana yang sebenarnya dan apa yang tidak sebenarnya. Contoh : seorang siswa mengatakan bahwa dirinya adalah penggemar sepak bola, punya hobby menyanyi dan takut sekali akan kucing, kemudian teman dalam satu kelompok itu bergilir menebak mana diantara tiga pernyataan tadi yang benar dan mana yang tidak benar. Dengan cara ini diharapkan selain dapat menciptakan suasana akrab, ceria juga semua siswa dapat lebih mengenal teman-teman sekelasnya dengan lebih cepat.


Post a Comment