My Jurney

Long Life Education

Thursday, January 13, 2011

Pengelolaan Kelas .

Salah satu sesi workshop yang kami terima dan disampaikan oleh Mr. Andrew Vivian dan Mrs. Helen Morchel adalah Classroom Management atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah pengelolaan kelas, Tujuan yang ingin dicapai dari sesi ini adalah
Untuk berbagi pengalaman tentang pengelolaan kelas
Untuk mengembangkan strategi manajemen kelas efektif
Mengapa perlu ada pengelolaan kelas ? karena kelas yang tidak terkelola dengan baik tidak akan menjadi kelas efektif, dan kalau kelas tidak berjalan efektif maka jangan harap tujuan pencapaian kompetensi dasar akan tercapai apalagi dapat mengembangkannya. Lantas bagaimana ciri-ciri pembelajaran efektif hasil dari pengelolaan kelas yang efektif itu ?
Ciri bahwa suatu pengelolaan kelas berjalan efektif antara lain adalah menarik, menantang, mencapai target ( ketercapaian ), relevan dan melibatkan pembelajar sepenuhnya atau dalam bahasa Inggris dikatakan Interesting, Challenging, Achievable, Relevant, Engaging (I C A R E ). Lalu bagai mana caranya agar proses pembelajaran di kelas menjadi I C A R E ?. Berikut ini langkah-langkah penting yang harus diperhatikan para guru untuk dapat menciptakan proses pembelajaran yang I C A R E :
- Ciptakan kelas yang tertib dan nyaman penuh integritas salah satu caranya ialah dengan membuat kesepakatan penting di awal tahun pembelajaran atau awal semester
- Ciptakan skenario pembelajaran semenarik mungkin, sesuaikan dengan berbagai aspek yang dimiliki siswa.
- Mulailah proses pembelajaran dengan pertanyaan provokasi atau gunakan metode inkuiri dalam proses pembelajaran yang dapat memunculkan perasaan tertantang pada diri siswa
- Guru menyampaikan tujuan mata pelajaran serta Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) kepada siswa sebelum proses pembelajaran, agar ada kebersamaan dalam upaya pencapaiannya.
- Agar guru mengetahui relevansi materi ajar dengan kebutuhan siswa, maka guru harus berusaha mengetahui dunia siswa ( menurut istilah anak sekarang guru harus “gaul” ).
- Ciptakan strategi belajar mengajar yang dapat melibatkan siswa sepenuhnya, yang mana belajar bagi siswa adalah merupakan proses menciptakan pengetahuan secara aktif dan bukan menerima informasi secara pasif . Dapat dikatakan bahwa perilaku positif siswa dalam proses belajar mengajar akan sangat meningkat jika mereka terlibat dengan kurikulum.
Ada beberapa hal yang harus diwaspadai karena seringkali tanpa disadari sering dilakukan oleh para guru sehingga tentu saja keinginan agar terjadinya proses pembelajaran yang I C A R E menjadi tidak tercapai. Hal tersebut antara lain :
- Masuk kelas tanpa persiapan atau hanya dengan persiapan yang seadanya.
- Terlalu banyak membicarakan hal lain seperti membicarakan keberhasilan atau kehebatan dirinya sendiri, anaknya atau anggota keluarga lainnya mungkin maksudnya untuk memotivasi siswa akan tetapi karena porsinya terlalu banyak yang terjadi justru siswa menjadi bosan mendengarnya.
- Tidak punya aturan terhadap siswa dengan alasan ingin dekat dengan siswa dan takut siswa tidak menyukai mata pelajaran yang dia ampu. Sehingga yang terjadi seringnya siswa menjadi ribut tidak terkendali dan bagi siswa yang sungguh-sungguh ingin belajar menjadi merasa terganggu.
- Tidak memberi kesempatan siswa menuliskan informasi yang dia gali dari proses pembelajaran, karena bagaimana pun proses menulis itu pun merupakan bagian penting sebagai pengikat informasi agar tidak mudah lupa.
- Penggunaan papan tulis yang tidak beraturan, sehingga apabila siswa merasa perlu mencatat informasi yang ada pada papan tulis justru memperoleh informasi yang kacau karena urutannya tidak jelas.
Demikian semoga bermanfaat bagi rekan-rekan guru dimana pun berada.
Artikel Terkait :
Mendapat Kejutan Manis di Hari Jum’at
Pengalaman Mengikuti Pelatihan Guru Di Al Jabr Education Center.
Essential Agreement
Post a Comment