My Jurney

Long Life Education

Thursday, October 28, 2010

Mendapat Kejutan Manis di Hari Jum'at

Tidak terasa Jum’at besok tanggal 29 Oktober adalah hari Jum’at ke enam semenjak saya mendapat tugas dari sekolah untuk mengikuti pelatihan guru selama 3 bulan di Jakarta. Hari itu,Jum’at tanggal 17 September 2010 saya baru pulang mudik dari Tasikmalaya setelah bersilaturahim dengan keluarga besar disana kurang lebih selama 1 minggu lamanya. Baru sampai di Cikijing, saya baru menyadari kalau hand phone saya tertinggal di rumah orangtua saya di Tasikmalaya. Untungnya saya pulang bersama keluarga kakak sepupu jadi masih bisa berkomunikasi dengan ibu di Tasik melalui hp kakak sepupu tadi. Ibu saya menyampaikan bahwa banyak panggilan dan sms masuk ke hp saya. Saya hanya menduga-duga paling dari anak2 saya yang sudah terlebih dahulu pulang ke Indramayu. Sekitar jam 4 sore sampailah kami di rumah saya di Indramayu.
Baru saja kira-kira seperempat jam tiba di rumah datanglah ibu wakil kepala sekolah kami, memberitahu bahwa sekolah kami ditunjuk untuk mengikuti pelatihan yang akan berlangsung tiga bulan di Jakarta atas biaya dari Gubernur Provinsi Jabar. Dari Jabar ada empat sekolah yaitu dua dari SD , SD Percobaan dari Kabupaten Bandung dan SD Muhammaddiyah dari Kotamadya Bandung, dua dari SMP yakni RSBI SMPN 2 Cileunji dari Kabupaten Bandung dan RSBI SMPN 2 Sindang Kabupaten Indramayu. Karena penunjukkan sangat mendadak tentu saja hal ini merupakan hal dilematis bagi kami,hal ini merupakan satu kepercayaan dan kehormatan bagi sekolah kami, di sisi lain tentu saja kami harus banyak pertimbangan menunjuk siapakah Guru yang yang harus dikirim. Apalagi lama pelatihan selama tiga bulan tentu saja agak berat bagi seorang guru menjalaninya karena harus mensiasati banyak hal apalagi tanpa persiapan dan belum tahu jenis pelatihan apa yang akan kami jalani. Belum lagi bagi guru yang sudah berkeluarga pasti harus meminta pertimbangan semua anggota keluarga. Tapi seperti yang sering kami sampaikan kepada para siswa bahwa manusia adalah makhluk Sang Khaliq yang diberiNya kemampuan beradaptasi paling tinggi sehingga atas izinNya insya Allah akan sanggup mengatasi berbagai kesulitan dalam kehidupannya asalkan mau memberdayakan akal dan fikirannya.
Dalam waktu yang sangat terbatas kami berunding dan mencari solusi agar dapat mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan yang pasti sangat penting bagi kemajuan sekolah kami, tanpa terlalu mengganggu aktifitas penting dan mengurangi pelayanan kami terhadap siswa. Memang sejak sekolah kami dipilih menjadi sekolah calon rintisan SBI pada tahun 2006 berdasarkan SK Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas, sekolah Kami terus membenahi diri mempersiapkan segalanya agar dapat dianggap layak memenuhi kriteria atau standar-standar seperti yang telah ditentukan termasuk sumber daya manusianya. Pembelajaran MIPA harus disampaikan secara bilingual, kami guru MIPA harus mempersiapkan diri meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kami. Jadi kami guru MIPA khususnya sering dikirim untuk mengikuti workshop-workshop bintek (bimbingan tehnik) yang diselenggarakan pihak Direktorat masing-masing selama 2 minggu bahkan saya Alhamdulillah dapat kesempatan training di Malasyia selama satu bulan. Pernah juga dari program internal sekolah, kami dikirim ke kampung Inggris di Pare, Kediri Jawa Timur untuk memperdalam bahasa Inggris kami. Tapi untuk pelatihan selama tiga bulan baru kali ini, dan kami belum bisa membayangkan.
Sekolah kami dengan berbagai pertimbangan akhirnya menunjuk saya. Pelaksanaan pelatihan dimulai pada tanggal 20 September 2010, tehnis pemberangkatan diberi dua pilihan yaitu berangkat langsung sendiri ke Pondok Labu atau kumpul dulu di rumah Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar yaitu Bapak Dr.H.Moh. Wahyudin Zarkasy, AK. , karena beliau berkenan mengantar kami langsung ke tempat pelatihan. Tentu saja saya memilih opsi ke dua , karena hal itu sungguh satu kehormatan tersendiri bagi kami , berangkat pelatihan diantar secara pribadi oleh Bapak Kepala Dinas Provinsi Jabar dengan mobil pribadi beliau. Nah jadilah saya menyiapkan diri dan menyiapkan jadwal bagi teman yang akan menginval tugas saya mengajar selama kurang lebih tiga bulan. Hampir seharian pada hari Sabtu itu saya dengan mendapat dukungan penuh dari ibu wakil kepala sekolah kami, mempersiapkan segalanya baik kepentingan sekolah yang akan saya tinggal maupun kepentingan keluarga saya. Karena menjelang masuk sekolah ternyata memesan travel dan angkutan umum untuk berangkat ke Bandung pun kami mengalami kesulitan karena semuanya penuh. Akhirnya mau tidak mau saya memilih berangkat ke Bandung melalui Cirebon, dengan diantar anak saya sampai Cirebon. Berangkatlah saya menuju Bandung dengan bis malam Cirebon- Bandung sekitar jam 11 malam dan tiba di Bandung sekitar jam 4 subuh. Sampai terminal dijemput adik saya dan beristirahat sejenak menunggu saat sholat subuh di rumahnya. Setelah sholat dan berbincang-bincang sejenak saya pun diantar ke rumah dinas Bapak Moh. Wahyudin karena kami akan berangkat dari rumah beliau sekitar jam 7 pagi. Sampai disana ternyata teman-teman yang lain belum datang dan saya punya kesempatan merenung memikirkan perjalanan sejak menerima kabar di hari Jum’at sampai saya berada di rumah bapak Kadisdik Jabar sungguh peristiwa yang tidak disangka-sangka dan luar biasa bagi saya. Semoga saja kejutan manis di hari Jum’at ini benar-benar akan mendatangkan hal yang berarti bagi sekolah kami, siswa kami, kota kami tercinta khususnya dalam kemajuan di bidang Pendidikan. Karena seperti yang saya tau bahwa banyak keutamaan yang diturunkan oleh Alloh Subhanahu wa taa'la pada hari jum'at,  Amiin yaa Robbal Alamin. Pada bagian lain nanti mungkin saya akan berbagi banyak hal tentang hasil pelatihan yang saya peroleh selama tiga bulan..
Post a Comment