My Jurney

Long Life Education

Monday, September 13, 2010

Dari Resensi Buku "Ketika Rasulullah Marah"

Sedang mudik di kampung halaman salah seorang adik tersayang membawa sebuah majalah Islami, wah isinya sungguh bermanfaat tetapi membacanya rileks karena dikemas dalam bahasa yang cukup populer dan ringan. Salah satu rubrik dalam majalah tersebut adalah "Galeri", yang ternyata berupa resensi buku (karena adik saya pun baru beli majalah ini, jadi kami belum tau apakah setiap penerbitan rubrik ini selalu berupa resensi buku atau tidak).

Rubrik ini mengupas sedikit tentang buku yang berjudul "Ketika Rasulullah Marah" yang diterbitkan oleh Pustaka Al- Furqan dan ditulis oleh Muhammad bin Ali Mujahid (Kayaknya harus segera hunting ini buku supaya ga kehabisan, rugi banget loh kalau sampai kehabisan). Dalam resensi itu dikupas tentang isi buku tersebut yang diantaranya menampilkan momen-momen Rasulullah marah yang mungkin luput dari pengetahuan kita. Seperti ketika mengetahui seorang suami yang mentalak istrinya dengan tiga kali talak sekaligus,lalu ketika beliau melihat para sahabat tidak melakukan shalat jamaah atau ketika beliau ditanya sesuatu yang Beliau tidak sukai dan ketika Beliau melewati perkampungan semut yang telah terbakar. Dan masih ada 62 penyebab kemarahan Rasulullah lainnya yang berhasil terangkum dalam buku ini.

Meski demikian, yang harus kita yakini adalah bahwa Rasulullah adalah sosok yang Ma'shum, yang mana jika Beliau berbuat kekeliruan maka akan segera diperbaiki oleh Allah Taa'la. Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri telah menjamin bahwa segala ucapan Beliau adalah " maa yanthiqu 'an al-hawaa in huwa illa wahyu yuuha (Muhammad tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu melainkan berdasarkan Wahyu). Dengan demikian dalam sikap-sikap emosional Beliau baik itu tawa, tangis maupun amarah pastilah tersembunyi hikmah ke-Tuhanan yang dalam dan kaya.

Rasulullah sendiri menjamin bahwa jika sikap amarah yang beliau tunjukkan ternyata keliru, maka hal itu akan menjadi Rahmat bagi siapa saja yang menerima amarahnya. Sebagaimana yang ditulis Bu Hurairah bahwa salah satu sabda Rasulullah :"Ya Alloh sesungguhnya aku manusia biasa, Muslim mana saja yang aku cela, aku laknat atau aku cambuk, maka jadikanlah hal-hal tersebut bagi mereka merupakan ibadah zakat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala.(HR Muslim).

Dalam kesempatan lain Aisyah Ra berkata,: " Rasulullah sama sekali tidak pernah memukul dengan tangannya, tidak pernah memukul wanita dan pembantunya, kecuali saat beliau berjihad di jalan Alloh.Rasulullah tidak pernah dendam kepada sahabatnya, kecuali sahabatnya melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah Ta'ala, dimana Beliau marah karena Allah." (HR Imam Muslim).

Nah itulah oleh2 saya ketika mudik, buruan yu kita cari bukunya ...

( Dari majalah Alia no 12 Tahun VII terbitan Jumadil Sani-Rajab 1431 ,Juni 2010)
Post a Comment