My Jurney

Long Life Education

Saturday, July 31, 2010

Membangun Rasa Percaya Diri melalui Sukses atau Membangun Sukses Dengan Membangun Rasa Percaya Diri ?. Bagaimana Menurut Anda ?

Pada awal tahun pelajaran baru 2010/2011 rasanya saat yang tepat untuk menentukan target "Sukses" bagi para peserta didik maupun bagi para Guru/pendidik. Saya yakin semua orang mengidam-idamkan banyak menemui kesuksesan dalam perjalanan hidupnya, siapapun kita dan apapun peran kita dalam kehidupan ini agar hidup kita ini jadi lebih "Berarti".
Terinspirasi dari tulisan Pak Akhmad Sudrajat dalam salah satu artikelnya "Resep dan Gambaran Kepribadian Sukses ala New Psycho-Cybernetics" Atau mungkin tepatnya pada tulisan saya kali ini saya me "Review" (maaf Om Rame, saya nyontek nih) artikel Pak Akhmad tersebut, dengan harapan bermanfaat bagi pengunjung yang sedang mencanangkan "Kesuksesan" di awal tahun pelajaran ini.
Hanya masalahnya ada yang berpendapat bahwa untuk bisa membangun sukses maka sebaiknya kita membangun terlebih dahulu rasa "Percaya Diri (Self confidence), tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya bahwa "Kesuksesan" dapat membangun "Rasa Percaya diri". Seperti inspirasi yang saya dapat dan share untuk anda dari artikel Pak Akhmad pada perjalanan blog walking saya berikut ini :
Kepercayaan diri dibangun atas pengalaman sukses. Ketika kita pertama kali memulai sesuatu, kemungkinan besar kepercayaan diri kita kecil karena kita belum belajar dari pengalaman bahwa kita bisa sukses. Ini berlaku entah belajar sepeda, berbicara di depan publik, atau bahkan hanya mengemukakan pendapat ataupun menanyakan sesuatu pada forum diskusi atau dalam aktivitas lainnya.

Adalah benar sekali bahwa sukses melahirkan sukses. Sekecil apapun kesuksesan seseorang dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk meraih sukses yang lebih besar.

Teknik penting untuk memupuk kepercayaan diri adalah dengan mengingat setiap kesuksesan yang dicapai di masa lalu dan berusaha melupakan kegagalan di masa lalu.

Tetapi apa yang seringkali dilakukan kebanyakan orang? Mereka justru seringkali menghancurkan kepercayaan dirinya, dengan mengingat kegagalan-kegagalan yang ditanamkan dalam emosinya, sementara kisah suksesnya terlupakan, sehingga akhirnya kepercayaan diri pun menghilang.

Tidak menjadi masalah seberapa sering Anda gagal di masa lalu, yang paling peting adalah upaya sukses yang seharusnya diingat, dikuatkan dan direnungkan.

Kalau kita amati kesuksesan orang lain, hampir semua kesuksesannya tidak pernah dilalui melalui jalan yang lempang/lurus, tetapi mereka justru menempuhnya secara zig-zag atau ber lika-liku.Seperti pepatah jadul mengatakan bahwa "Pengalaman" merupakan "Guru" yang terbaik.Jadi gunakanlah kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan sebagai cara untuk belajar, lalu singkirkanlah itu dari pikiran kita.

Nah bagaimana menurut anda ? Membangun sukses dulu atau membangun rasa percaya diri dulu ? dan bagaimana peran pendidik dan orangtua dalam hal ini ?
Post a Comment