My Jurney

Long Life Education

Tuesday, February 9, 2016

Belajar Hal Ikhwal Dzikir (bag.1)


Dalam upaya meningkatkan kualitas do’a saya, tiada henti saya berusaha mencari tau atau belajar berdo’a dengan cara yang benar. Tiada lain karena saya ingin agar tujuan dari berdo’a itu sendiri tercapai. Diantaranya yaitu ingin senantiasa dekat denganNya, mendapat perlindunganNya dan senantiasa mendapat berkahNya di setiap langkah saya dalam menjalani kehidupan mengumpulkan bekal untuk kehidupan kelak di yaumil akhir. Aamiin Yaa Robbal Aalamin… Diantara usaha saya adalah berupaya mencari buku tuntunan do’a dan bertanya pada para ustadz/ustadzah sebagai sumber belajar saya seperti diperintahkan oleh Allah dalam QS.An Nahl ayat 43:”….Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”. Salah satu buku yang saya miliki adalah buku saku pemberian saudara saya yang ditulis oleh bapak Prof. Dr. KH. Miftah Farid. Buku saku ini dilengkap dengan tandatangan asli beliau yang isinya adalah tuntunan dzikir yang diterbitkan tahun 2005. Kalau tidak salah ketika itu beliau masih menjabat sebagai ketua MUI Jabar dan masih bergelar DR. Dalam buku mungil ini terangkum hal ikhwal tentang Dzikir mulai dari pengertian, ragam dzikir dan tata cara dzikir lengkap dengan sumber hukum yang sahih. Saya yakin banyak lagi teman-teman dumay yang juga masih awam dalam hal ikhwal Dzikir ini .Dalam upaya berbagi kepada teman senasib berikut ini saya rangkum isi buku mungil itu dalam bentuk slide agar lebih mudah membacanya dan saya bagi menjadi beberapa bagian sesuai bagian-bagiannya. Dalam kesempatan ini tidak lupa saya menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan dalam menyampaikan kembali apa yang saya baca dari buku tersebut. Hal itu semata-mata disebabkan oleh kealfaan saya. Untuk itu sudilah kiranya pemirsa memberikan kritik dan saran yang membangun agar dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Semoga Allah menjadikan hal ini bermanfaat bagi kaum muslimin, dan Dia menjadikan jerih payah ini ikhlas karena Allah dan menjadi timbangan amal kebaikan pada hari yaumil hisab. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin…
Post a Comment